Cara Menyukuri Tahun Baru Hijriyah

Cara Menyukuri Tahun Baru Hijriyah

Tidak ada satu tahun pun berlalu dan tidak pula satu bulan pun menyingkir melainkan dia menutup lembaran-lembaran peristiwanya saat itu, pergi dan tidak kembali, jika baik amal insan pada masa tersebut, maka baik pula balasannya, namun jika buruk, penyesalanlah yang mengikutinya

Setiap masuk tahun baru (Hijriyyah), manusia menitipkan lembaran-lembaran tahun yang telah dilewatinya, sedangkan dihadapannya ada tahun baru yang menjelang

Bukanlah inti masalah ada pada kapan tahun baru usai dan menjelang, akan tetapi yang menjadi inti masalah adalah dengan apa kita dahulu mengisi tahun yang telah berlalu itu dan bagaimana kita akan hiasi tahun yang akan datang.

Dalam menyongsong tahun baru (Hijriyyah), seorang mukmin adalah sosok insan yang suka tafakkur (berpikir) dan tadzakkur (merenung)”

Berikut ini adalah 4 hal yang wajib dilakukan seorang muslim dalam menyambut tahun baru Hijriyah, sehingga dijauhkan dari dosa dan amalan sia-sia

  1. Tafakkur Hisab (intropeksi)
    Memikirkan dan menghitung-hitung amalannya di tahun yang telah silam
    .
  2. Tafakkur Isti’daad (bersiap)
    Taat & memohon pertolongan Allah agar bisa mempersembahkan ibadah terbaik
    .
  3. Istighar (mohon ampunan)
    Mengakui kesalahan adalah awal langkah untuk meminta ampunan Allah SWT
    .
  4. Optimis dan Berpikir Positif.
    Berpikir berhasil atas yang direncanakan & berprasangka baik atas ketetapan Allah
    .
    “Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)

Leave a Reply

Close Menu